Skip navigation

Asas Black

Teori tentang Asas Black

Asas Black adalah prinsip yang berada dalam ilmu termodimakia telah dikemukakan oleh seorang ilmuan Fisika Joseph Black. Asas ini menjabarkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

Jika dua buah benda yang berbeda yang dalam suhunya dicampurkan, benda yang panas akan memberi sebuah kalor pada benda yang dingin sehingga suhu tersebut akhirnya sama.
Jumlah kalor yang diserap benda dingin akan sama pada jumlah kalor yang dilepas dari benda panas.
Benda yang didinginkan akan melepaskan kalor yang sama besar dengan kalor yang diserap jika dipanaskan.

Bunyi Asas Black

Bunyi Asas Black, yaitu:

“Pada pencampuran dua zat, banyaknya jumlah kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan banyaknya jumlah kalor yang diterima oleh zat yang suhunya ialah lebih rendah”

Sejarah Joseph Black (1728 – 1799)

Joseph Black adalah seorang ilmuwan yang berasal dari kota Skotlandia. Dia menyatakan bahwa es bisa mencair tanpa adanya perubahan suhunya. Hal ini berarti bahwa es bisa menyerap panas dan memakai energi panas itu untuk mengubah bentuknya kedalam cairan. Dia juga mengemukakan bahwa kejadian yang sama akan terjadi ketika air berubah menjadi uap air.

Energi yang telah diserap di sebuah bahan untuk berubah dari benda padat menjadi cair disebut sebagai kalor laten peleburan, sedangkan jika benda cair berubah menjadi gas disebut sebagai kalor laten penguapan.

Joseph Black juga telah menyatakan bahwa sejumlah substansi yang berbeda akan memerlukan sejumlah energi panas yang berbeda pula dalam menentukan suhunya pada kenaikan yang sama.

Rumus Asas Black

Secara matematis, rumus Asas Black bisa ditulis sebagai berikut:

Qlepas = Qterima

Keterangan:

Qlepas = merupakan jumlah kalor yang dilepaskan oleh suatu zat (Joule)
Qterima = merupakan jumlah kalor yang diterima oleh suatu zat (Joule)

penjabarannya dibawah ini:

(M1 C1) (T1-Ta) = (M2 C2) (Ta-T2)

Cara menentukan dengan mudahnya, yaitu:

 

Keterangan:

M1  = massa benda 1 yang memiliki tingkat suhunya tinggi (kg)
M2 = massa benda 2 yang memiliki tingkat suhunya rendah (kg)
C1 = kalor jenis benda 1 (J/kg
oC)
C2 = kalor jenis benda 2 (J/kgoC)
T1 = suhu awalnya benda 1 (oC atau K)
T2 = suhu awalnya benda 2 (oC atau K)
Tc = suhu campuran atau suhu akhir (oC atau K)

Catatan! Pada pencampuran antara dua zat, sebenarnya terdapat kalor yang hilang pada lingkungan sekitar. Contohnya, sebuah wadah pencampuran akan menyerap kalor sebesar hasil kali antara massa, kalor jenis dan juga kenaikan pada suhu wadah.